Sakamichi Review: Kokoro no Monologue Nogizaka46 MV

  okada kun      


Kokoro no Monologue, lagu unit dari Double Suns ini adalah coupling dari 21st single, Jikochuu de Ikou. Aku baru melihat MV ini hari ini, karena alasan yang sama dengan Ambivalent. Langsung saja deh, ini dia Sakamichi Review untuk Kokoro no Monologue.


Sutradara Asahinagu, Hanabusa Tsutomu berada di balik kemudi kali ini. Untuk pertama kalinya dia menyutradarai MV Nogi. Well, mungkin style-nya akan mirip dengan Asahinagu, kita lihat nanti.
Kokoro no Monologue dibuka dengan konsep prisoner. Tahanan nomor 0240081 M. Shiraishi dan nomor 0220016 N. Nishino. Apa ada arti dibalik angka ini? Hmmm…..

Sejujurnya aku tidak menangkap konsepnya dari awal. Dari tahanan, berlanjut ke kehidupan sehari-hari sebagai idol. Highlight-nya jelas adalah rivalitas, jealousy, hal semacam itu. Kupikir ini tema yang bagus, akhirnya diangkat secara gamblang.

Well, itu pembahasan untuk nanti. Sekarang, kita lihat per scene. Setelah sebagai tahanan, muncul dance scene yang menarik. Yah, setidaknya bisa dikatakan sebagai ciri khas Nogi. Ehm…. you know what I means, seolah memberi tahu kalau inilah Nogi. Lebih lagi, Double Suns.










Lalu ke bagian dimana Naachan menjadi senpai yang lebih populer daripada Maiyan. Kenapa Renka dan Christie yang muncul disini agak aneh sih, karena aku belum melihat interaksi lebih mereka dengan senpai-senpainya. Atau karena Momo Yoda lebih sering terlihat dengan Maiyan dan Naachan.

Kuroishi yang muncul kembali dengan memberi paku payung di sepatu Naachan, untukku sendiri mengingatkan pada satu chapter dari manga School Rumble. Yeah, this is about 20-years-old-manga. Komedi dan plotnya sama sih. What the hell I’m talking about here?

Adegan pertarungan a la Kung Fu Hustle juga ditampilkan. Tapi bagiku jatuhnya terlalu biasa, serius tidak, humor juga tidak. Terlalu di tengah-tengah. Dan saat menggunakan sapu, yang terpikirkan olehku jelas. Asahinagu.

Adegan Naachan yang cemburu karena Maiyan lebih banyak diwawancara ini, kalau ingat Kojichuu beberapa tahun lalu, juga pernah dibahas. Tapi setidaknya Naachan tidak mencampur tabasco ke dalam minuman di dunia nyata. Efek komiknya cukup oke sih.










Lanjut ke perkelahian fisik selanjutnya, di tempat parkir. Disini setidaknya lebih humor ketimbang yang pertama. Maiyan yang salah tembak orang -siapa yang ada dibalik topeng Naachan? Anggota Yoshimoto?- juga balok besi yang gagal dijatuhkan Naachan…

Maiyan dengan ajaib punya kekuatan yang mirip dengan Vision -atau salah satu anggota Teen Titans-. Dan kenapa Naachan tidak digambarkan punya kekuatan yang sama itu aneh sih. Kecuali kalau adegan sebelumnya bisa dihitung sebagai kekuatan Naachan, body double?

Di akhir video, digambarkan kalau mereka beradu mulut di belakang panggung, tapi di depan orang lain berlaku sebagai duo yang harmonis. Well, this may be or maybe not the real things, though.











Membicarakan konsep, rivalitas Double Suns ini jelas ada dong. Tidak mungkin tidak ada. Rewind 5-6 tahun ke belakang, dua orang ini juga tidak bisa dibilang sahabat baik. Setelah sama-sama menjadi center dan lainnya, jelas mereka menjadi dekat.

Kalau seingatku, masa-masa dimana Double Suns ini menjadi dekat mulai sekitar masa-masa concurrency Ikoma dan Matsui Rena. I don’t have the energy to search the archive but as long as I remember, that is. The rest is history.

Dance scene disini cukup elegan, meski tidak se-memorable Ano Kyoushitsu. Tempo yang cukup lambat, a bit dreamlike, sayang mudah dilupakan karena adegan berantem yang pakai wire works itu. Overall, biasa saja.



A secret makes a woman woman

Overall, Kokoro no Monologue adalah MV yang oke. Sisi humornya menang disini, dan jujur saja, aku lebih suka ini ketimbang IGAI Break. Karena yah, ini adalah sisi lain Double Suns, pertama-tama. Intrik semacam ini lebih oke karena ada latar belakangnya.

Well, aku tidak dalam mood untuk berspekulasi tentang hubungan mereka. Yang pasti, dualisme ini tidak terpisahkan dari Nogi, Kokoro no Monologue hanyalah semacam homage untuk itu. Dan ini juga membawa warna Asahinagu yang kental, tidak kurang dari sutradara yang sama.

Yah, tidak banyak yang bisa dikatakan dari Kokoro no Monologue. MV ini tidak begitu memorable, tapi layaklah untuk naik sebagai coupling. Efeknya meski terkesan terlalu maksa juga masih oke.

Well, sebenarnya, selama ada Naachan dan Maiyan di sepanjang MV, apa storyline atau sesuatu yang terlalu serius akan menarik? Tidak juga. Tipe ini adalah yang paling bagus.
logoblog

Thanks for reading Sakamichi Review: Kokoro no Monologue Nogizaka46 MV

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment

Jika ada Link rusak hubungi kami dan bisa tanyakan di komentar dengan baik-baik. Komentar bocah, kebun binatang, kata-kata kasar tidak akan ditanggapi. Terima kasih